Diferensiasi merupakan tindakan merancang serangkaian
perbedaan yang berarti untuk membedakan suatu perusahaan dari pesaingan.dengan
merubah ataupun menambah satu unsur pelayanan atau lebih,toko ritel bisa
membedakan dirinya dari pesaing.
Cara yang bisa digunakan peritel untuk melakukan diferensiasi
menurut sopiah dan syihabuddin (2008) adalah sebagai berikut
1. Lokasi
· Lokasi toko ritel yang
meliputi:
· lingkup
daerah usaha,
· pengelompokkan
social ekonomis pelanggan,
· jalan
penghubung ,
· arus
lalu lintas,
· citra eksternal perlu
diperhatikan agar dapat dibedakan dengan pesaingan.
2. Desain
Faktor desain dapat berupa :
· desain pintu masuk,
· interior ruangan toko seperti
penerangan,ketimggian langit- langit toko,
· pengaturan produk yang
dijual.
3. Bauran barang
dagangan
Suatu toko harus mempromosikan kebijakan produk yang
konsisten dengan kebutuhan,antara lain :
· variasi
barang yang tersedia
· kedalaman
barang yang tersedia dalam kategori tertentu
· keunikan
barang
· harga
· mutu
barang
4. Kebijakan pelayanan
Tingkat keterlibatan staf dalam penjualan berbeda bagi setiap
toko.namun hal yang penting bagi peritel adalah menyesuaikan struktur
personalia dengan jenis pelayanan yang ingin di berikan kepada pelanggan.
Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:
staf : sejumlah personil yang di butuhkan untuk melaksanakan
rencana operasional organisasi,
· gaya : bagaimana manajer dan karyawan
menghadapi pelanggan,
· keterampilan : pengetahuan yang di
perlukan personil/staf dalam operasi perdagangan ritel.keterampilan bagian
pembelian sangat penting dalam usaha ritel yang bergantung pada mode/tren
masyarakat. Ia harus bisa mengenali kecendrungan yang sedang terjadi dalam
masyarakat serta bisa meningkatkan permintaan yang terjadi secara
mendadak.selain itu,ia juga dapat menurunkan tingkat persediaan barang dagangan
pada saat pasar mulai menurun.
5. Diferensiasi
personalia
Peritel bisa memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan
mempekerjakan dan melatih karyawan yang lebih baik dari pada pesaing mereka
6. Diferensiasi
saluran
Peritel dapat juga memperoleh keunggulan bersaing melalui
cara mereka merancang saluran distribusi,terutamayang menyangkut
jangkauan,keahlian,dan kinerja saluran saluran tersebut.
7. Diferensiasi
citra
Citra merupakan persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau
produknya.citra dipergarui oleh banyak faktor di luar control perusahaan sebab
para pembeli mungkin memiliki tanggapan yang berbeda terhadap citra toko atau
merek.bedasarkan uraian di atas,dapat dibedakan bahwa pengklasifikasikan di
gunakan untuk mengelompokkan satu usaha ritel bedasarkan kategori
usahanya,sedangkan diferensiasi di gunakan untuk membedakan satu usaha ritel
dengan persaingan.
Strategi diferensiasi adalah produk
yang ditawarkannya berbeda dari satu atau lebih para pesaing,
melalui suatu cara atau banyak cara yang dapat dinilai oleh para
pelanggan sehingga mempengaruhi pilihan pelanggan. Strategi
diferensiasi sering, tetapi tidak selalu, dihubungkan dengan
harga yang lebih tinggi, karena besarnya kenaikan
membuat harga kurang tepat pada konsumen. Selain berdasarkan
pada keungulan biaya rendah, keberhasilan strategi akan
dibedakan dalam banyak cara, diantaranya dengan cara
menaikkan penampilannya, kualitas, prestise, ciri utama, jaminan
pelayanan, reliabilitas atau keyakinan pada produk.
Maksud diferensiasi
adalah memudahkan penyediaan nilai yang cukup kuat pada barang bagi
pelanggan dan diharapkan para pelanggan menyadari bahwa nilai itu ada, yang
selanjutnya manfaat akhirnya harus dapat mempengaruhi
keputusan pelanggan. Jika maksud diferensiasi ini dapat terlihat
dengan mudah dikenali dalam ukuran atau secara mudah dicocokkan atau
dihitung oleh pelanggan, maka suatu SCA yang efektif akan terjadi.
Untuk mengembangkan maksud diferensiasi perlu adanya pedoman
dari sudut pandang pelanggan. Bagaimana penggunaan produk oleh
pelanggan, harus dicermati secara mendalam untuk mengerti komponen-komponen apa
yang memenuhi harapan. Secara keseluruhan tujuan diferensiasi meningkatkan
pembelian, kepuasan atau loyalitas pelanggan. Oleh karena itu
analisa pelanggan dan pesaing harus dapat memberikan makna
perbedaan guna meningkatkan nilai manfaat yang sesuai. Akhirnya
maksud diferensiasi yang diusulkan harus diperiksa dengan
menentukan reaksi para pelanggan dan barangkali
dengan melakukan analisa ekonomi dan sudut pandang pelanggan.
Terdapat kesalahan umum yang sering terjadi yaitu
adanya anggapan bahwa maksud diferensiasi yang menambahkan nilai
akan dapat begitu saja dirasakan oleh para pelanggan. Padahal
bahaya yang sering dihadapi, pelanggan-pelanggan tidak akan sadar
mengenai diferensiasi seperti realibiltas produk yang dinaikkan, karena
pelanggan tidak mungkin mengevaluasi produk tersebut. Pelanggan biasanya hanya akan melihat adanya tanda-tanda
perubahan yang dapat menjadi jaminan. Maka tugas kemudian adalah mengatur
tanda-tanda tersebut mempunyai hubungan dengan kontek lainnya secara
mudah, seperti misalnya kesadaran akan nama barang yang mungkin tidak dikenal
para pelanggan, karena nama dapat memiliki nilai. Kebutuhan kemudian adalah
memanfaatkan proses pembuatan keputusan pelanggan dan
mengetahui bagaimana peran dari nama nama tersebut.
menurut bung hermawan kertajaya “semua upaya yang dilakukan
perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara
pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk pelanggan “
untuk menciptakan diferensiasi yang kuat anda harus
berkonsentrasi pada tiga hal :
1.
Konten ( what
to offer )
Yaitu “apa“ value yang anda tawarkan kepada pelanggan
.
2.
Konteks
(how to offer )
Yaitu “cara” anda menawarkan value atau nilai pada
pelanggan .
3.
Infrastruktur
(enabler )
Yaitu factor-faktor yang mendukung terlaksananya
diferensiasi konten maupun konteks diatas.
Peng-anekaragaman atau diversifikasi adalah
seni memasuki pasar melalui pasar dan produk yang
berbeda dari apa yang sekarang telah dilakukan perusahaan. Pada bab sebelumnya dibahas dua bentuk strategi
pertumbuhan , yaitu ekspansi produk dan pasar, dimana
biasanya untuk masuk ke
pasar melalui pasar-produk
baru. Hal ini selanjutnya merupakan diversifikasi.
Diversifikasi dapat juga melibatkan dua hal yaitu produk baru
dan pasar baru. Strategi
diversivikasi dapat
diterapkan dengan melakukan akuisisi
atau merger, atau dengan
memulai suatu bidang bisnis baru. Sebuah
perusahaan tembakau membeli
sebuah perusahaan makanan, sebuah
perusahaan coke membuka bisnis
anggur, sebuah perusahaan kimia menyediakan kolam renang atau sebuah
perusahaan aerospace memulai
pembuatan onderdil.
Diversivikasi dapat dikelompokkan kedalam diver-sivikasi yang berhubungan dan yang tidak ada hubungan. Suatu penggolongan yang berhubungan
adalah dalam bisnis yang beraneka yang
menyediakan daya untuk membangkitkan
upaya ekonomi atau synergis yang berdasar pada ketrampi-lan atau sumber daya.
Dalam diversivikasi yang berhubun-gan ,
hasil kombinasi bisnis mampu untuk mencapai
pen-ingkatan ROI. Hal ini
disebabkan adanya peningkatan penghasillan(revenue), menurunkan
biaya, atau penurunan investasi, yang
dapat diwujudkan dalam berbagai rangkai-an atribut produk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar