Ganti Warna Background

Rabu, 20 Agustus 2014

DIFERENSIASI USAHA RETAIL

*   DIFERENSIASI USAHA RETAIL
Diferensiasi merupakan tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan suatu perusahaan dari pesaingan.dengan merubah ataupun menambah satu unsur  pelayanan atau lebih,toko ritel bisa membedakan dirinya dari pesaing.
Cara yang bisa digunakan peritel untuk melakukan diferensiasi menurut sopiah dan syihabuddin (2008) adalah sebagai berikut
1.      Lokasi
·         Lokasi toko ritel yang meliputi:
·         lingkup daerah usaha,
·         pengelompokkan social ekonomis pelanggan,
·         jalan penghubung ,
·         arus lalu lintas,
·       citra eksternal perlu diperhatikan agar dapat dibedakan dengan pesaingan.
2.      Desain
Faktor desain dapat berupa :
·     desain pintu masuk,
·     interior ruangan toko seperti penerangan,ketimggian langit-  langit toko,
·     pengaturan produk yang dijual.
3.      Bauran barang dagangan
Suatu toko harus mempromosikan kebijakan produk yang konsisten dengan kebutuhan,antara lain :
·         variasi barang yang tersedia
·         kedalaman barang  yang tersedia dalam kategori tertentu
·         keunikan barang
·         harga
·         mutu barang


4.      Kebijakan pelayanan
Tingkat keterlibatan staf dalam penjualan berbeda bagi setiap toko.namun hal yang penting bagi peritel adalah menyesuaikan struktur personalia dengan jenis pelayanan yang ingin di berikan kepada pelanggan.
Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:
staf : sejumlah personil yang di butuhkan untuk melaksanakan     rencana operasional organisasi,
·     gaya : bagaimana manajer dan karyawan menghadapi pelanggan,
·    keterampilan : pengetahuan yang di perlukan personil/staf dalam operasi perdagangan ritel.keterampilan bagian pembelian sangat penting dalam usaha ritel yang bergantung pada mode/tren masyarakat. Ia harus bisa mengenali kecendrungan yang sedang terjadi dalam masyarakat serta bisa meningkatkan permintaan yang terjadi secara mendadak.selain itu,ia juga dapat menurunkan tingkat persediaan barang dagangan pada saat pasar mulai menurun.

5.      Diferensiasi personalia
Peritel bisa memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan mempekerjakan dan melatih karyawan yang lebih baik dari pada pesaing mereka
6.      Diferensiasi saluran
Peritel dapat juga memperoleh keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi,terutamayang menyangkut jangkauan,keahlian,dan kinerja saluran saluran tersebut.
7.      Diferensiasi citra
Citra merupakan persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya.citra dipergarui oleh banyak faktor di luar control perusahaan sebab para pembeli mungkin memiliki tanggapan yang berbeda terhadap citra toko atau merek.bedasarkan uraian di atas,dapat dibedakan bahwa pengklasifikasikan di gunakan untuk mengelompokkan satu usaha ritel bedasarkan kategori usahanya,sedangkan diferensiasi di gunakan untuk membedakan satu usaha ritel dengan persaingan.




*   STRATEGI DIFERENSIASI
Strategi diferensiasi adalah produk yang  ditawarkannya berbeda dari satu atau lebih para pesaing,  melalui  suatu cara atau banyak cara yang dapat dinilai oleh  para pelanggan  sehingga mempengaruhi  pilihan  pelanggan. Strategi diferensiasi sering, tetapi tidak selalu, dihubungkan  dengan  harga  yang  lebih  tinggi,  karena besarnya kenaikan membuat harga kurang  tepat  pada konsumen. Selain berdasarkan  pada keungulan  biaya  rendah, keberhasilan strategi akan dibedakan  dalam  banyak cara, diantaranya  dengan  cara menaikkan penampilannya,  kualitas, prestise, ciri utama, jaminan  pelayanan,  reliabilitas  atau  keyakinan  pada produk.
Maksud  diferensiasi adalah memudahkan  penyediaan nilai yang cukup kuat pada barang bagi pelanggan dan diharapkan para pelanggan menyadari bahwa nilai itu ada, yang selanjutnya manfaat akhirnya  harus  dapat  mempengaruhi keputusan pelanggan. Jika  maksud diferensiasi ini dapat terlihat dengan mudah dikenali dalam ukuran atau secara mudah dicocokkan  atau dihitung oleh pelanggan,  maka  suatu SCA yang efektif akan terjadi.
Untuk mengembangkan maksud diferensiasi perlu adanya pedoman dari  sudut pandang  pelanggan. Bagaimana penggunaan produk oleh pelanggan, harus dicermati secara mendalam untuk mengerti komponen-komponen apa yang memenuhi harapan. Secara keseluruhan tujuan diferensiasi meningkatkan pembelian,  kepuasan  atau  loyalitas pelanggan. Oleh karena itu analisa pelanggan  dan pesaing harus  dapat memberikan makna perbedaan guna meningkatkan   nilai manfaat yang sesuai. Akhirnya maksud diferensiasi yang  diusulkan  harus  diperiksa dengan menentukan  reaksi  para pelanggan  dan  barangkali  dengan  melakukan  analisa ekonomi dan sudut pandang pelanggan.
Terdapat kesalahan  umum yang sering terjadi yaitu adanya anggapan  bahwa  maksud diferensiasi yang menambahkan nilai akan  dapat begitu saja  dirasakan oleh para pelanggan. Padahal bahaya yang sering  dihadapi, pelanggan-pelanggan tidak akan sadar mengenai diferensiasi seperti realibiltas produk yang dinaikkan, karena pelanggan tidak mungkin mengevaluasi produk  tersebut.  Pelanggan biasanya hanya akan melihat adanya tanda-tanda perubahan yang dapat menjadi jaminan. Maka tugas  kemudian adalah mengatur tanda-tanda tersebut mempunyai hubungan dengan  kontek lainnya secara mudah, seperti misalnya kesadaran akan nama barang yang mungkin tidak dikenal para pelanggan, karena nama dapat memiliki nilai. Kebutuhan kemudian adalah memanfaatkan proses  pembuatan keputusan pelanggan  dan  mengetahui bagaimana peran  dari nama nama tersebut.



menurut bung hermawan kertajaya “semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara  pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk pelanggan “
untuk menciptakan diferensiasi yang kuat anda harus berkonsentrasi pada tiga hal :
1.      Konten ( what to offer )
Yaitu “apa“ value yang anda tawarkan kepada pelanggan .
2.      Konteks (how to offer )
Yaitu “cara” anda menawarkan value atau nilai pada pelanggan .
3.      Infrastruktur (enabler )
Yaitu factor-faktor yang mendukung terlaksananya diferensiasi konten maupun konteks diatas.

*      STRATEGI DIVERSIFIKASI
Peng-anekaragaman  atau diversifikasi  adalah  seni memasuki  pasar  melalui pasar dan produk  yang  berbeda dari apa yang sekarang telah dilakukan perusahaan.  Pada bab sebelumnya dibahas dua bentuk strategi pertumbuhan   , yaitu  ekspansi produk dan pasar, dimana biasanya  untuk masuk  ke  pasar  melalui  pasar-produk  baru.  Hal  ini selanjutnya merupakan diversifikasi. Diversifikasi dapat juga  melibatkan  dua hal yaitu produk  baru  dan  pasar baru.  Strategi  diversivikasi dapat  diterapkan  dengan melakukan  akuisisi  atau merger,  atau  dengan  memulai suatu bidang bisnis baru. Sebuah  perusahaan  tembakau  membeli  sebuah perusahaan makanan,  sebuah perusahaan coke  membuka  bisnis  anggur, sebuah perusahaan kimia menyediakan kolam renang atau sebuah perusahaan aerospace  memulai pembuatan  onderdil. 

Diversivikasi dapat dikelompokkan kedalam  diver-sivikasi  yang berhubungan dan yang tidak ada  hubungan. Suatu penggolongan yang berhubungan adalah dalam  bisnis yang beraneka yang menyediakan daya untuk  membangkitkan upaya ekonomi atau synergis yang berdasar pada ketrampi-lan atau sumber daya. Dalam diversivikasi yang berhubun-gan  , hasil kombinasi bisnis mampu untuk mencapai  pen-ingkatan  ROI.  Hal ini  disebabkan  adanya  peningkatan penghasillan(revenue), menurunkan biaya, atau  penurunan investasi, yang dapat diwujudkan dalam berbagai rangkai-an atribut produk.

Tidak ada komentar: