Ganti Warna Background

Rabu, 20 Agustus 2014

usaha eceran atau ritel




USAHA ECERAN/ RITEL




A.     Pengertian Usaha Eceran / Ritel
    Kata ritel berasal dari bahasa perancis , ‘retailer’ ,yang berarti memotong atau memecah sesuatu. Menurut kamus besar bahasa Indonesia , eceran berarti secara satu-satu ; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang ); ketengan. Usaha eceran/ritel adalah semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan atau pembelian barang, jasa ataupun keduanya secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung kepada konsumen akhir untuk keperluan konsumsi pribadi , keluarga, ataupun rumah tangga dan bukan untuk keperluan bisnis (dijual kembali).

Usaha eceran/ritel tidak hanya terbatas pada penjualan barang,seperti sabun, minuman, ataupun deterjen, tetapi juga layanan jasa sepeti jasa potong rambut, ataupun penyewaan mobil. Usaha eceran/ritel mpun tidak harus selalu di lakukan di ntoko, tapi juga bias dilakukun melalui telepon atau internet, disebut juga dengan eceran/ritel non-toko.


Secara garis besar , usaha ritel yang berfokis pada penjualam barang sehari-hari terbagi dua, yaitu usaha ritel tradisional dan usaha ritel modern. Ciri-ciri usaha ritel tradisional adalah sederhana, tempatnya tidak terlalu luas, barang yang dijual tidak terlalu banyak jenisnya, system pengelolaan/manajemennya masih sederhana, tidak menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar –menawar harga dengan pedagang,  serta produk yang dijual  tiodak dipajang secara terbuka sehingga pelanggan tidak mengetahui apakah peritel memiliki barang yang dicari atau tidak.

Sedangkan usaha ritel modern adalah sebaliknya, menawarkan tempat yang luas, barang yang dijual banyak jenisnya, system manajemen terkelola dengan baik, menawarkan kenyamanan berbelanja, harga jual sudah tetap (fixed price) sehingga tidak ada proses tawar-menawar dan adanya system swalayan/pelayanan mandiri, serta pemanjangan produk pada rak terbuka sehingga pelanggan bias melihat, memilih, bahkan mencoba produk terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.

B.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Ritel
Ada tiga factor yang dapat mendorang usaha ritel untuk berhasil, antara lain sebagai berikut.
1.      Lokasi Usaha
Faktor utama yang harus diperhatikan dalam memulai ataupun mengembangkan usaha ritel adalah factor lokasi. Panduan dalam pemilihan lokasi usaha ritel yang baik menurut guswai (2009) adalah sebagai berikut.
a.Terlihat (visible)
lokasi usaha ritel yang baik adalah harus terlihat oleh banyak orang yang lalu lalang di lokasi tersebut.
b. Lalu lintas yang padat (heavy traffic)
semakin banyak lokasi usaha ritel dilalui orang, maka semakin banyak yang tahu mengenai usaha ritel tersebut.
c. arah pulang ke rumah (direction to home)
pada umumnya, pelanggan berbelanja di suatu toko ritel pada saat pulang ke rumah. Sangat jarang orang berbelanja pada saat akan berangkat kerja.
d. fasilitas umum (public facilities)
lokasi pada usaha ritel yang baik adalah dekat dengan fasilitas umum seperti terminal angkutan umum, pasar, ataupun stasiun kereta. Fasilitas umum tersebut bias menjadi pendorong bagi sumber lalu lalang calon pembeli/pelanggan untuk kemudian belanja di toko ritel. Hal ini disebut dengan impulsive buying atau pembeli yang tidak direncanakan.
e. biaya akusisi (acquisition cost)
biaya merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam berbagai jenis usaha. Peritel harus memutuskan apakah akan membeli suatu lahan atau menyewa suatu lokasi tertentu. Peritel hendaknya melakukan study kelayakan dari sisi keuangan untuk memutuskan suatu lokasi usaha  ritel tetentu.

f. peraturan / perizinan (regulation)
dalam menentukan suatu lokasi usaha ritel harus juga mempertimbangkan peraturan yang berlaku. Hendaknya peritel tidak menempatkan usahanya pada lokasi yang memang tidak diperuntukkan untuk usaha, sepeti taman kota dan bantaran sungai.
g. akses ( acces)
akses merupakan jalan masuk dan keluar menuju lokasi.  Akses yang baik haruslah memudahkan calon pembeli/pelanggan untuk sampai ke suatu usaha ritel. Jenis-jenis hambatan akses biasanya berupa perubahan arus lalu lintas atau halangan langsung ke lokasi toko, seperti pembatas jalan.
h.Infrastuktur (infrastructure)
infrastuktur yang dapat menunjang keberadaan suatu usaha ritel, antara lain lahan parkir yang memadai, toilet, dan lampu penerangan. Hal tersebut dapat menunjang kenyamanan pelanggan dalam mengujungi suatu toko ritel.
i.Potensi pasar yang tersedia ( captive market)
pelanggan biasanya akan memilih lokasi belanja yang dekat dengan kediamannya. Menetapkan lokasi usaha ritel yang dekat dengan pelanggan akan meringankan usaha peritel dalam mencari pelanggan.
j.Legalitas (legality)
untuk memutuskan apakah akan membeli atau menyewa sebuah lokasi untuk menempatkan usaha, peritel harus memastikan bahwa lokasi tersebut tidak sedang memiliki masalah hukum (sengketa). Segala perjanjian jual beli maupun sewa menyewa hendaknya dilakukan dihadapan notaries. Pihak notaries akan memeriksa kelengkapan dokumen sebelum melakukan pengesahan jual beli ataupun sewa menyewa.
Kesalahan dalam menentukan lokasi usaha ritel dapat memiliki dampak jangka panjang. Peritel harus mempertimbangkan biaya yang sudah dikeluarkan ketika menjalankan usaha ritel seperti pemasangan listrik, jaringan system computer, dan dekorasi bangunan. Memindahkan bisnis ke lokasi yang baru yang dinilai akan lebih menguntungkan juga bukan hal yang mudah karena harus mempertimbangkan berbagai hal, seperti luas ruangan yang dibutuhkan, dekorasi ruangan, perizinan, dan lain sebagainya.
1.      Harga Yang Tepat
Usaha ritel biasanya menjual produk – produk yang biasa dibeli/dikonsumsi pelangga sehari-hari. Oleh karena itu, pelanggan bisa mengontrol harag dengan baik. Jika suatu toko menjual produk dengan harga tinggi, maka pelanggan akan pindah  ke toko lain yang menawarkan harga yang lebih rendah, sehingga toko menjadi sepi pelanggan. Sebaliknya penetapan harga yang terlalu murah mengakibatkan minimnya keuntungan yang akan di peroleh, sehingga peritel belum tentu mampu menutup biaya – biaya yang timbul dalam menjalankan usahanya.
2.      Suasana Toko
Suasana toko yang sesuai bisa mendorong pelanggan untuk dating dan berlama-lama di dalam toko, seperti memasang alunan musik ataupun mengatur tata cara toko. Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan suasana toko yang menyenangkan, yaitu eksterior toko dan interior toko.
a.       Eksterior  toko, meliputi keseluruhan  bangunan fisik yang bisa dilihat dari bentuk bangunan, pintu masuk, tangga, dinding, jendela dan sebagainya. Eksterior toko berperan dalam mengomunikasikan informasi tentang apa yang ada di dalam gedung, serta dapat membentuk citra terhadap keseluruhan tampilan toko.
b.      Interior  toko, meliputi ekstetika toko, desain ruangan, dan tata letak toko, seperti penempatan barang, kasir, serta perlengkapan lainnya.
Jika pelanggan menangkap eksterior  toko dengan baik, maka ia akan termotivasi untuk  memasuki toko. Ketika pelanggan sudah memasuki toko, ia akan memperhatikan interior
 toko dengan cermat. Jika pelanggan memiliki persepsi/anggapan yang baik tentang suatu toko, maka ia akan senang dan betah lama-lama di depan toko.
Selain eksterior dan interior toko, factor penting lainnya yang memengaruhi keberhasilan toko adalah pramuniaga. Pramuniaga menentukan puas tidaknya pelanggan setelah berkunjung sehingga terjadi transaksi jual beli di toko tersebut. Pramuniaga yang berkualitas sangat menunjang kemajuan toko. Pramuniaga sebaiknya mampu menarik simpati pelanggan dengan segala keramahannya, tegur sapanya, informasi yang diberikan, cara bicara, dan suasana yang bersahabat.



C.  Peran dan Fungsi Usaha Ritel
1.      Peran Usaha Ritel
Produsen menjual produknya kepada grosir atau pedagang partai besar (wholesaler). Kemudian grosir menjualnya kepada pedagang eceran/ritel (pengecer/peritel). Pengecer/peritel adalah orang-orang atau toko yang kegiatan utamanya mengecerkan barang. Mereka menjual barang kepada konsumen akhir. Pemasaran ritel ini sangat penting artinya bagi produsen karena melalui usaha ritel, produsen dapat memperoleh informasi berharga mengenaiproduknya.produsen dapat mewancarai  peritel mengenai pendapat konsumen mengenai bentuk ,rasa ,daya tahan ,harga dan segala sesuatu mengenai produknya .selain itu juga dapat diketahui mengenai kondisi perusahaan pesaing .produsen dan paritel dapat menjalin kerja sama yang saling menguntungkan .produsen dapat memasang iklan,mengadakan undian ,atau member hadiah kepada konsumen melaalui toko-toko peritel .kadang kala ada produden yang langsung memberikan bonus kepada paritel.
Usaha ritel memberikan kebutuhan ekonomis bagi pelanggan melalui lima cara ,antara lain:
a.       memberikan suplai/pasokan barang dan jasa pada saat dan ketika dibutuhkan konsumen /pelanggan dengan sedikit atau tanpa penundaan.usaha ritel biasanya berlokasi di dekat rumah pelanggan bisa dgn segera mendapatkan suatu produk tanpa perlu menunggu lama.
b.      Memudahkan konsumen /pelanggan dalam memilih atau membandingkan bentuk,kualitas,dan barang serta jasa yang ditawarkan .pelanggan mungkin hanya ingin lebih dari sekedar mendapatkan barang yang di inginkan pada tempat yang nyaman .mereka hamper selalu ingin belanja di mana bisa mendapatkan kemudahan memilih ,membandingkan kualitas ,bentuk dan harga dari produk yang di inginkanya .dalam menarik dan memuaskan pelanggan ,para paritel biasanya akan berusaha mnciptakan suasana belanja yang nyaman .
c.       Menjaga harga jual tetap rendah agar mampu bersaing dalam memuaskan pelanggan.
d.      Membantu meningkatkan standar hidup masyarakat .produk yang di jual dalam usaha ritel,tergantung kepada apa yang di beli dan di konsumsi oleh masyarakat.upaya promosiyang di lakukan,tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat mengenai beragam produk barang dan jasa ,tetapi juga dapat meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli .hasil ahirnya adalah penigkatan standar hidup dan penjualan produk.
e.       Adanya usaha ritel juga memungkinkan dilakukanya produksi besar-besaran (produksi masal )produksi missal tidak akn dapat di lakukan tanpa system mengecer yang efektif dalam mendistribusikan produk yang di buat secara missal bagi pelanggan .

Peran ritel dalam kegiatan perekonomian secara kesuluruhan ,yaitu sebagai pihak akhir(final link)dalam suatu rantai produk ,yang di mulai dari penglahan bahan baku ,sanpai dengan distribusi barang(dan jasa) ke konsumen akhir.
  
2.   FUNGSI USAHA RITEL
Fungsi usaha ritel dalam memberikan beberapa pelayanan kepada pelanggan antara lain:
a.       Melakukan kegiatan usahanya di lokasi yang nyaman dan mudh di akses pelanggan,seperti di sekitar rumah-rumah penduduk,
b.      Memberikan brragam produk sehingga memungkinkan pelanggan bisa memilih produk yang di inginkan
c.       Membagi jumlah produk yang besar sehingga dapat di kual dalam kemasan /ukuran yang kecil,
d.      Mengubah produk menjadi menjadi bentuk yang lebih menarik.adakalanya untuk menigkatkan penjualan ,peritel menggunakan strategi promosi beli 1 gratis 1.dalam hal ini,produk di kemas secara menarik sehingga pelanggan tertarik untuk membeli ‘
e.       Menyimpan produk agar tetap tersedia pada harga yang relative tetap’
f.       Membantu terjadinyaperubahan (perpindahan )kepemilikan barang ,dari produsen ke konsumen,
g.       Mengakibatkan perpindahan barang melalui system distribusi
h.      Memberikan informasi ,tidak hanya ke pelanggan ,tapi juga ke pemasok
i.        Memberikan jaminan prduk ,layanan purna jual dan turut menangani keluhan pelanggan ,
j.        Memberikan fasilitas kredit dan sewa .contohnya ,jasa penyewaan mobil yang kegiatan usahanya menyewakan mobil ,atau toko computer yang menyediakan fasilitas pembelian computer jinjing (laptop) secara kredit.

D.  Kelebihan Dan Kekurangan Usaha Ritel
Usaha ritel memiliki kelebihan dan kekurangan dalam kegiatanya.kelebihan dan kekurangan usaha ritel,antara lain sebagai berikut ,antara lain sebagai berikut .
1.kelebihan usaha ritel
Kelebihan usaha ritel ,antara lain:
a.modal yang di perlukan cukup kecil ,namun keuntungan yang di peroleh cukup       besar.
b.umumya lokasi usaha ritel strategis .mereka mendekatkan tempat usahanya dengan tempat berkumpul konsumen ,seperti di dekat pemukiman penduduk ,terminal bis ,atau kantor-kantor.
c.hubungan antara peritel dengan pelanggan cukup dekat ,karena  adanya komunikasi dua arah antara pelanggan dengan peritel.
2.kekurangan usaha ritel
Kekurangan usaha ritel ,antara lain :
a.keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang di perhatikan oleh peritel.usaha ritel berskala kecil terkadang di anggap hanyalah sebagai pendapatan tambahan sebagai pengisi waktu luang,sehingga peritel kurang memperhatikan aspek pengelolaan usahanya.
b.adminitrasi (pembukaan)kurang atau bahkan tidak di perhatikan oleh paritel ,sehingga terkadang uang/modalnya habis tidak terlacak .
c.promosi usaha tidak dapat di lakukan dengan maksimal ,sehingga ada usaha ritel yang tidak di ketahui oleh calon pembeli /pelanggan.

E.     Analisis Kebijakan Pemerintah
Banyaknya paritel asing dari luar negri,seperti lotte mart,Carrefour,dan giant bisa membuat            para peritel local kesulitan untuk bersaing .untuk melindungi pengusaha local/dalam negri ,pemerintah telah memberlakukan beberapa peraturan ,di antaranya dengan mengeluarkn peraturan presiden no. 112 tahun 2007 ,mengenai penataan dan pembinaan  pasar tradisional (toko,kios dan los) dan toko modern .batasan luas lantai penjualan toko modern adalah sebagai berikut
a.        Minimarket,kurang dari 400 m2
b.      Supermarket ,400 m s.d 5000 m2

a.       Hypermarket,di atas 5000 m2
b.       Department store,di atas 400 m2
c.       Perkulakan ,di atas 5000 m2

Lokasi toko modern harus mengacu pada rencana tata ruang wilayah kota/kabupaten dan rencana detail tata ruang kabupaten /kota termasuk peraturan zonasinya. Pendirian toko modern juga wajib memperhatikan jarak lokasi usahanya dengan pasar tradisional yang telah ada sebelumnya peraturan yang mengatur mengenai jarak antara toko modern demgan pasar tradisional di atur dalam peraturan daerah .misalnya untuk wilayah DKI Jakarta ,hal ini di atur dalam pasal 10 peraturan daerah provinsi DKI Jakarta nomor 2 tahun 2002,tentang

Perpasaran swasta .dalam pasal ini di tentukan mengenai jarak sarana/tempat usaha sebagai berikut:
a.       Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya 100 m2 s.d 200 m2 harus berjarak radius 0,5 km dari pasar  linkungan dan terletak di sisi jalan lingkungan /kolektor/arteri;
b.      Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 200 m2 s.d  1000 m2 harus berjarak radius 1,0 km dari pasar linkungan dan terletak di sisi  jalan kolekter /arteri.
c.       Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 1000 m2 s.d 2000 m2 harus berjarak  radius 1,5 km dari pasar lingkungan dan terletak di sisi jalan kolekter /arteri;
d.      Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya  di atas 2000 m2  s.d  4000 m2 harus berjarak radius 2,5 km dari pasar lingkungan dan harus terletak di sisi jalan kolektor /arteri;

e.  Usaha perpasaran swasta yang luas lantainya di atas 4000 m2  harus berjarak radius 2,5 km dari pasar lingkungan dan harus teletak di sisi jalan kolekter /arteri.

Selain melalui peraturan presiden ,komisi pengawas persaingan usaha (kppu) juga turut mengawasi  persaingan yang terjadi antara peritel besar/modern dengan peritel  kecil/pasar tradisional.

MEMBEDAKAN KLASIFIKASI DAN DIFERENSIASI BISNIS RITEL

A.     KLASIFIKASI USAHA RITEL

Usaha ritel dapat di klasifikasikan berdasarkan skala usaha dan teknik memasarkan prduk .simak urian berikut.
1.      Berdasar Skala Besar
a.       Ritel besar
Perdagangan ritel berskala besar menyediakan satu jenis barang ataupun berbagai barang  kepada sejumlah besar pelanggan dlm satu toko besar .dalam kegiatan usahanya ,peritel berskala besar menyediakan kenyamanan bagi pelanggan ,baik berupa interior toko ,maupun keramahan pelayanan yang di berikan  wiraniaganya .produk yang  biasa di tawarkan oleh peritel berskala besar ,antara lain pakaian ,alat-alat elektronik ,dan juga produk-produk impor .
Ciri-ciri peritel besar ,antara lain:
a.                   membeli produk langsung dari produsen dalam jumlah besar ,sehingga menghindari             penggunaan perantara dalam pembelian produknya
b.                  meyediakan  layanan kepada sejumlah  besar pelanggan, misalnya dengan memberikan layanan antar barang ke  rumah pelanggan.
c.                   ukuran tokonya lebih besar dari pada ritel bersekala kecil,
membutuhkan modal besar untuk memulai dan menjalan
 Contoh dari toko ritel bersekala besar adalah specialty store, department store,supermarket, discount house, hypermarket, general store dan chain store.
a.       Ritel kecil
peritel bersekala kecil disebut dengan ritel tradisional. Ragam produkyang ditawarkan biasanya tidak sebanyakyang ditawarkan peritel besar. Misalnya untuk produk sabun mandi, jenis merek yang ditawarkan peritel kecil mungkin tidak terlalu banyakbila dibandingkan dengan peritel besar. Usaha ritelkecil dapatdibagi menjadi dua, yaitu usaha ritel kecil berpangkalan dan tidak berpangkalan.
1.      Usaha ritel berpangkalan
Usaha ritel berpangkalan ini ada yang memiliki lokasi tetap, seperti warung atau kis,dan ada yang memiliki lokasi tidak tetap , seperti pedagang kaki lima.lokasi warung atau kiosbiasanya menjadi satu dengan tempat tinggal pemiliknya, dengan luasyang tidak terlalu besar, sehingga pelanggan tidak bisa memilih secara langsung barang yang akan dibeli . sedangkan pedagang kaki lima  memiliki kegiataan usaha yang tidak terorganisirdengan baik, tidak memiliki surat ijin usaha, dan biasanya bergerombol di trotoar jalanan.
2.      Usaha ritel tidak berpangkalan
Jenis usaha ritel ini tidak memiliki suatu lokasi khusus dalam melakukan kegiatan usahanya ( berpindah-pindah). Jenis usaha ritel ini menggunakan alat dalam kegiatan usahanya, seperti roda dorong, sepeda, atau alat pikul. Produk yang ditawarkan biasanya berupa buah-buahan dan sayar-mayur
2.      Berdasarkan teknik memasarkan produk
Sebagian besar usaha ritel dilakukan melalui toko (in-store retailing), namun perkembangan usaha ritel non-toko atau ritel yang tidak dilakukan ditoko (non-store retailing), tubuh lebih cepat dari pada toko ritel. Ritel non-toko berarti penjualan barang atau jasa kepada konsumen/pelanggan melalui saluran selain toko, seperti surat, telepon, atau internet.

a.      In- store retailing
Dalam in-store retailing, transaksi antara pembeli dan penjual dilakukan disuatu tempat tertentu seperti toko atau warung. In-store retailing terbagi ke dalam  tiga kategori, yaitu:
1). Specialty merchandisers
Toko  ritel jenis ini terdiri atas:
·         Single-line stores, merupakan toko ritel yang menawarkan satu lini produk barang  dagangan, dengan cukup banyak pilihan yang disajikan. Contohnya pada toko buku, tersedia 20 jenis buku yang membahas mengenai kewirausahaan.
·         Limited-line stores, merupakan toko ritel yang menawarkan pilihan barang dagang yang lebih sempit dibandingkan dengan single-line store. Toko roti merupakan contoh dari limited-line stores pada kategori makanan.
·         Specialty shos, merupakan toko ritel yang menjual barang-barang secara khusus dengan mengkonsentrasikan  diri pada beberapa jenis barang dagangan tertentu. Misalnya toys “ R” Us yang hanya menjual makanan anak-anak. Specialty shops merupakan toko ritel yang lebih focus dan berhati-hati dalam menentukan segmen pasar dan penyedia barang dagangan dengan target pasara pasar yang sangat khusus.
2). General merchandiser
Toko  ritel jenis ini terdiri atas:
·         General stores, merupakan toko ritel  yang menyediakan lini produk yang lebih luas dan memiliki pilihan yang lebih luas dan memiliki pilihan yang lebih sedikit dibandingkan dengan single-line stores. Generak stores merupakan toko non-departemen yang menjual beragam barang kebutuhan pokok seperti gula, tepung, dan obat-obatan. Kategori tersebut bisa bertahan didaerah-daerah pedesaan atau kota-kota kecil dengan konsentrasi  penduduk yang terbatas dan lebih banyak membutuhkan pelayanan secara umum ,m dari pada pelayanan khusus yang bagi mereka kurang penting.
·         Variety stores , merupakan toko ritel yang menyediakan banyak kategori barang dagangan , namun dengan pilihan yang terbatas . misalnya pada kategori makanan kaleng, tersedia lengkap mulai dari makanan kaleng daging buah-buahan dan sayur kaleng.
·         Departemen stores, merupakan toko yang besar dan terbagi dalam beberapa bagian departemen dan menawarkan beragam produk. Barang-barang yang biasa dijual  di departemen store  antara lain pakain dan perlengkapan rumah tangga , atau dengan kata lain produk sandang dan perlengkapannya dengan peñata barang berdasarkan jenis kelamin dan /atau tingkat usia konsumen . departemen store yang modern juga menyediakan  jasa layanan tertentu seperti pembungkus kado. Contoh dari jenis ritel ini adalah mataahari dan Ramayana department store,.
3). Mass merchandiser
Toko ritel jenis ini terdiri dari;
·         Supermarket (pasar swalayan), merupakan toko ritel yang operasinya cukup besar, berbiaya rendah, memiliki margin/ pendapatan rendah, volume penjualan tinggi, terkelompok berdasarkan lini produk, menggunakan system swalayan (pelanggan mencari dan memilih sendiri produk yang diinginkan), serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen , seperti daging , hasil produk olahan kering, makanan basah , maupun produk non-makanan, saperti mainan  ,majalah, dan sebagainya .contoh supermarket antaralain hero dan superindo.
·         Superstores, merupakan toko ritel yang menawarkan pilihan produk  yang lebih luas yang dibeli secara rutin seperti buku , mainan, barang – barang elektronik , produk ,perbaikan rumah tangga, hewan peliharaan dan perlengkapan, dan layanan jasa, seperti perbankan dan dry cleaning,
·         Combination stores, merupakan toko ritel mengkombinasikan antara toko makanan dengan toko obat-obatan yang lebih besar dari pada superstoresdengan ragam barang dagangan dan elayanan yang lebih. 
·         Hypermarket, merupakan toko ritel  yang dijalankan dengan mengkombinasikan model discount store, supermarket, dan warehouse stor disuatu tempat.
·         Discount stores ( toko diskon), merupakan toko ritel yang memiliki volume penjualan yang besar, system swalayan, adanya departementalisasi, serta menjual beragam barang dagangan dengan mark up ( penambahan ) harga yang rendah untuk memperoleh perputaran barang yang tinggi.
·         Warehouse showroom, merupakandiscount retailer yang menyediakan  sejumlah fasilitas tempat yang disediakan bagi bermacam-macam usaha dengan memfokuskan pada volume penjualan yang tinggi dengan harga yang renda.
·         Catalog showroom, merupakan usaha ritel yang menjual banyak pilihan produk bermerek dengan mark up/ penambahan  harga yang tinggi dan memiliki perputaran barang dagangan tinggi dengan harga diskon.
·         Warehouse clubs , merupakan usaha ritel dengan volume perdagangan yang besar ( wholesale retail) melayani usaha kecil, dengan para anggota dari lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, dan beberapa perusahaan besar dengan perputaran barang dagangan bermerek yang tinggi.

b      Non-store retailing
Penjualan ritel non-toko terbagi kedalam tiga kategori, antara lain penjualan langsung, penjualan tidak langsung, dan penjualan otomatis.
1). Penjualan langsung
Penjualan langsung terdiri dari hubungan langsung dengan konsumen /pelanggan individual yang ditargetkan secara seksama untuk meraih respon secara cepat, dan membangun hubungan pelanggan yang langgeng. Penjualan yang dimaksud disini, tidak termasuk pada penjualan kepada konsumen bisnis(business-to-busniess). Terdapat tiga jenis penjualan langsung menurut sopiah dan syihabuddin (2008), yaitu : 
·         Penjualan satu-satu (one to one selling), dimana seorang wiraniaga mengunjungi dan mencoba menjual produk ke satu pembeli potensial.
·         Penjualan satu ke banyak (one to many(party)selling), dimana seorang wiraniaga dating kerumah seseorang yang mengundang teman dan tetangganya ke pesta. Wiraniaga tersebut kemudian mendemonstrasikan produk yang dibawa dan menerima pesanan .
·         Penjualan bertingkat (jaringan/multi level marketing). Dalam jenis penjualan ini, perusahaan merekut para usahawan independen yang bertindak sebagai distributor untuk produk mereka, yang kemudian akan merekrut dan menjual produk tersebut ke subdistributor lainan.
·         2). Penjualan tidak langsung
Penjualan tidak langsung pada awalnya hanya menggunakan surat dan catalog, namun seiring perkembangannya, penjualan tidak langsung menggunakan media lain seperti telepon (telemarketing) , televise (program home shopping), dan internet
3). Penjualan otomatis
Penjualan otomatis biasanya dilakukan dengan menggunakan nmesin penjual otomatis (vending machine). Mesin penjual tersebut menjual produk secara otomatis ,dan biasanya  di tempat kan di tempat tempat srategis dan ramai seperti bank, pasar, swalayan, hotel, bioskop, kantor, halte bus. Produk yang di tawarkan contohnya seperti minuman ringan . harga yang di tawarkan  biasanya lebih mahal jika dibandingkan dengan yang di tawarkan di toko.
Keuntungan dari penggunaan mesin jual otomatis, antara lain:
a.       -mudah pengoprasiannya,
b.      -pelanggan mendapatkan kualitas produk yang sama dengan harga yang tetap’
c.       -tidak adanya resiko kecurangan yang di lakukan oleh penjual,
d.      -menghemat waktu dan tenaga penjual,
e.       -tidak memerukan iklan/promosi penjualan,

a.       tidak ada resiko gagal bayar bagi pembeli yang membeli secara kredit karena pembelian di     lakukan dengan uang tunai,
Kelemahan dari penggunaan mesin penjual otomatis antara lain:
a.       -memerlukan modal awal yang tinggi,
b.      -membutuhkan perbaikan dan perawatan mesin,
c.       -kapasitas mesin terbatas,sehingga penjual harus memastikan barang dagangan selalu terisi’
d.      -uang koin yang di gunakan harus diambil secara periodic

Diferensiasi Usaha Ritel
Diferensiasi merupakan tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan suatu perusahaan dari pesaingan.dengan merubah ataupun menambah satu unsure pelayanan atau lebih,toko ritel bisa membedakan dirinya dari pesaing.cara yang bisa digunakan peritel untuk melakukan diferensiasi menurut sopiah dan syihabuddin (2008) adalah sebagai berikut
1.      lokasi
Lokasi toko ritel yang meliputi:lingkup daerah usaha, pengelompokkan social ekonomis pelanggan,jalan penghubung ,arus lalu lintas,citra eksternalperlu diperhatikan agar dapat dibedakan dengan pesaingan.
2.      Desain
Faktor desain dapat berupa desain pintu masuk,termasuk juga interior ruangan toko seperti penerangan,ketimggian langit-langit toko,serta pengaturan produk yang dijual.

3.      Bauran barang dagangan
Suatu toko harus mempromosikan kebijakan produk yang konsisten dengan kebutuhan,antara lain variasi barang yang tersedia (contohnya pada kategori minuman lengkap mulai dari air mineral,soda,dan lain sebagainya),kedalam barang yang tersedia dalam kategori tertentu (contohnya pada kategori minuman;terdapat 10 merek air  mineral),serta keunikan barang,harga,dan mutu barang.
4.      Kebijakan pelayanan
Tingkat keterlibatan staf dalam penjualan berbeda bagi setiap toko.namun hal yang penting bagi peritel adalah menyesuaikan struktur personalia dengan jenis pelayanan yang ingin di berikan kepada pelanggan.  Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:
A.staf:jumlah personil yang di butuhkan untuk melaksanakan rencana operasional organisasi,
b.gaya:bagaimana manajer dan karyawan menghadapi pelanggan,
c.keterampilan:pengetahuan yang di perlukan personil/staf dalam operasi perdagangan ritel.keterampilan bagian pembelian sangat penting dalam usaha ritel yang bergantung pada mode/tren masyarakat. Ia harus bisa mengenali kecendrungan yang sedang terjadi dalam masyarakat serta bisa meningkatkan permintaan yang terjadi secara mendadak.selain itu,ia juga dapat menurunkan tingkat persediaan barang dagangan pada saat pasar mulai menurun.
5.      Diferensiasi personalia
Peritel bisa memperoleh keunggulan bersaing yang kuat dengan mempekerjakan dan melatih karyawan yang lebih baik dari pada pesaing mereka
6.      Diferensiasi saluran
Peritel dapat juga memperoleh keunggulan bersaing melalui cara mereka merancang saluran distribusi,terutamayang menyangkut jangkauan,keahlian,dan kinerja saluran-saluran tersebut.
7.      Diferensiasi citra
Citra merupakan persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau produknya.citra dipergarui oleh banyak faktor di luar control perusahaan sebab para pembeli mungkin memiliki tanggapan yang berbeda terhadap citra toko atau merek.bedasarkan uraian di atas,dapat dibedakan bahwa pengklasifikasikan di gunakan untuk mengelompokkan satu
usaha ritel bedasarkan kategori usahanya,sedangkan diferensiasi di gunakan untuk membedakan satu usaha ritel dengan persaingan.
Aktivitas
 Melakukan identifikasi usaha ritel dan analisis klafikasi bentuk usaha ritel.kegiatan di lakukan secara berkelompok dengan tiga orang anggota.kegiatan di lakukandi lingkungan tempat tinggal anda yang terjangkau.waktu kegiatan identifikasi selama satu minggu dengan membuat laporan yang rapi.

STRATEGI DIFERENSIASI
Strategi diferensiasi adalah produk yang  ditawarkannya berbeda dari satu atau lebih para pesaing,  melalui  suatu cara atau banyak cara yang dapat dinilai oleh  para pelanggan  sehingga mempengaruhi  pilihan  pelanggan. Strategi diferensiasi sering, tetapi tidak selalu, dihubungkan  dengan  harga  yang  lebih  tinggi,  karena besarnya  kenaikan membuat harga kurang  tepat  pada konsumen. Selain berdasarkan  pada keungulan  biaya  rendah, keberhasilan strategi akan dibedakan  dalam  banyak cara, diantaranya  dengan  cara menaikkan penampilannya,  kualitas, prestise, ciri utama, jaminan  pelayanan,  reliabilitas  atau  keyakinan  pada produk.
Maksud  diferensiasi adalah memudahkan  penyediaan nilai yang cukup kuat pada barang bagi pelanggan dan diharapkan para pelanggan menyadari bahwa nilai itu ada, yang selanjutnya manfaat akhirnya  harus  dapat  mempengaruhi keputusan pelanggan.  Jika  maksud diferensiasi ini dapat terlihat dengan mudah dikenali dalam ukuran atau secara mudah dicocokkan  atau dihitung oleh pelanggan,  maka  suatu SCA yang effektive akan terjadi.
Untuk mengembangkan maksud diferensiasi perlu adanya pedoman dari  sudut  pandang  pelanggan. Bagaimana penggunaan produk oleh pelanggan, harus dicermati secara mendalam untuk mengerti komponen-komponen apa yang memenuhi harapan. Secara keseluruhan tujuan diferensiasi meningkatkan pembelian,  kepuasan  atau  loyalitas pelanggan. Oleh karena itu analisa pelanggan  dan pesaing harus  dapat memberikan makna perbedaan guna meningkatkan   nilai manfaat yang sesuai. Akhirnya maksud diferensiasi yang  diusulkan  harus  diperiksa dengan menentukan  reaksi  para pelanggan  dan  barangkali  dengan  melakukan  analisa ekonomi dan sudut pandang pelanggan.
Terdapat kesalahan  umum yang sering terjadi yaitu adanya anggapan  bahwa maksud  diferensiasi yang menambahkan nilai akan  dapat begitu saja  dirasakan oleh para pelanggan. Padahal bahaya yang sering  dihadapi, pelanggan-pelanggan tidak akan sadar  mengenai diferensiasi seperti realibiltas produk yang dinaikkan, karena pelanggan tidak mungkin mengevaluasi produk  tersebut.  Pelanggan biasanya hanya akan melihat adanya tanda-tanda perubahan yang dapat menjadi jaminan. Maka tugas  kemudian adalah mengatur tanda-tanda tersebut mempunyai hubungan dengan  kontek lainnya secara mudah, seperti misalnya kesadaran akan nama barang yang mungkin tidak dikenal para pelanggan,  karena nama dapat memiliki nilai. Kebutuhan kemudian adalah memanfaatkan proses  pembuatan  keputusan pelanggan  dan  mengetahui bagaimana peran  dari nama-nama tersebut.

STRATEGI DIVERSIFIKASI
Peng-anekaragaman  atau diversifikasi  adalah  seni memasuki  pasar  melalui pasar dan produk  yang  berbeda dari apa yang sekarang telah dilakukan perusahaan.  Pada bab sebelumnya dibahas dua bentuk strategi pertumbuhan   , yaitu  ekspansi produk dan pasar, dimana biasanya  untuk masuk  ke  pasar  melalui  pasar-produk  baru.  Hal  ini selanjutnya merupakan diversifikasi. Diversifikasi dapat juga  melibatkan  dua hal yaitu produk  baru  dan  pasar baru.  Strategi  diversivikasi dapat  diterapkan  dengan melakukan  akuisisi  atau merger,  atau  dengan  memulai suatu bidang bisnis baru. Sebuah  perusahaan  tembakau  membeli  sebuah perusahaan makanan,  sebuah perusahaan coke  membuka  bisnis  anggur, sebuah perusahaan kimia menyediakan kolam renang atau sebuah perusahaan aerospace  memulai pembuatan  onderdil. 
Diversivikasi dapat dikelompokkan kedalam  diver-sivikasi  yang berhubungan dan yang tidak ada  hubungan. Suatu penggolongan yang berhubungan adalah dalam  bisnis yang beraneka yang menyediakan daya untuk  membangkitkan upaya ekonomi atau synergis yang berdasar pada ketrampi-lan atau sumber daya. Dalam diversivikasi yang berhubun-gan  , hasil kombinasi bisnis mampu untuk mencapai  pen-ingkatan  ROI.  Hal ini  disebabkan  adanya  peningkatan penghasillan(revenue), menurunkan biaya, atau  penurunan investasi, yang dapat diwujudkan dalam berbagai rangkai-an atribut produk.

 MENJELASKAN DISTRIBUSI DALAM BISNIS RITEL

A.     Distribusi Usaha Ritel

1.Pengertian Distribusi Dan Saluran Disrtibusi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia,distribusi berarti penyaluran (pembagian,pengiriman) kepada beberapa orang atau beberapa ke beberapa tempat.sedangkan dristributor berate orang atau badan yang bertugas mendistribusikan barang (dagangan);penyaluran.setelah barang selesai di buat oleh produsen,tentu perlu adanya distribusi agar barang tersebut sampai ke tangan pelangan atau konsumen.produk yang telah siap di pasarkan tersebut di kirim (biasanya juga sekaligus di jual) ke distributor,yang kemudian distributor tersebut menjualnya kepada paritel atau konsumen atau pelangan
Untuk menempatkan suatu barang atau jasa pada tempat yang tepat dan dengan kualitas serta jumlah yang tepat,harga yang tepat dan waktu yang tepat pula,di butuhkan saluran distribusi yang tepat pula.bila perusahan salah dalam memilih saluran distribusi,dapat menggangu kelancaran arus barang dari produsen/perusahan ke tangan konsumen atau pelanggan.oleh karena itu,pemilihan saluran distribusi yang tepat akan bermanfaat dalam mencapai sasaran penjualan yang di harapkan.
Hanya sedikit produsen yang menjual barang mereka secara langsung ke tangan pelanggan,kebanyakan produsen mengunakan perantara untuk membawa produk mereka ke pasar.beberapa pengertian saluran distribusi menurut beberapa ahli antara lain:
a.menurut kotler,saluran distribusi merupakan sekelompok organisasi saling tergantung dan membantu membuat produk atau jasa tersedia untuk di gunakan/di konsumsi oleh konsumen atau penguna bisnis
b.menurut meyer, saluran distribusi adalah jalur yang berbeda-beda di mana barang bergerak mengalir dari produsen ke konsumen.
c.menurut alex s. nitisimeto ,saluran distribusi adalah lembaga-lembaga distributoratau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen.
Dari definisi-definisi tersebut dapat di ketahui adanya beberapa unsur penting dari saluran distribusi, yaitu:
1)saluran distribusi merupakan jalur yang di pakai oleh produsen untuk memindahkan produk mereka melalui suatu lembaga yang mereka pilih.
2)saluran distribusi mengalihkan kepemilikan produk baik secara langsung maupun tidak langsung dan dari produsen kepada konsumen
3)saluran distribusi bertujuan untuk mencapai pasar tertentu,jadi pasar merupakan tujuan akhir dari kegiatan saluran
4)saluran distribusi merupakan suatu kesatuan dan melaksanakan system kegiatan (fungsi)yang lengkap dalam menyalurkan produk.
Saluran distribusi pada dasarnya merupakan pelantara yang menyembatani antara produsen dan konsumen.dalam pemilihan saluran distribusi yang akan di gunakan,perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang di sesuaikan dengan sifat atau karateristik dari produk yang akan di pasarkan,cara pembayaran,besarnya biaya,dan juga faktor jumlah penjualan produk.

2.Jenis saluran distribusi
Produsen dapat menyalurkan produknya dengan cara yang berbeda,yaitu produsen menjual langsung ke pelanggan/konsumen (saluran distribusi langsung);atau dengan menggunakan perantara (saluran distribusi tidak langsung)

Pada saluran distribusi langsung,produsen  menjual secara langsung produknya kepada konsumen/pelanggan,tanpa menggunakan perantara.jenis saluran distribusi ini di sebut juga dengan saluran pemasaran langsung.pada saluran pemasaran langsung, produsn biasa mengawai seluruh pekerjaan pemasaran.salah satu perusahaan yang menggunakan jenis saluran pemasaraan langsung adalah perusahaan komputer Dell.
 Saluran distribusi tidak langsung merupakan saluran pemasaran tidak langsung yang memiliki satu atau beberapa perantara.perantara tersebut antara lain distributor,pedagang grosir,dan peritel.perpindahan barng dari produsen ke gudang perantara di sebut juga dengan distribusi primer,sedangkan perpindahan barang dari gudang perantara ke toko pelanggan di sebut juga dengan distribusi sekunder.
Pada saluran distribusi tidak langsung, perantara biosa membantu produsen dalam mempromosikan produk.dari sudut padang produsen,semakin banyak jumlah perantara,berarti semakin sedikit kendali dan semakin besar kompleksitas saluran.

B.     Faktor-Faktor Yang Perlu Di Pertimbangkan Dalam Memilih Saluran Distribusi

Pemilihan saluran distribusi yang efektif akan mampu mendorong peningkatan penjualan yang di harapkan,sehingga kelangsungan hidup perusahan dapat terjamin.faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih saluran distribusi,antara lain sebagai berikut.

1.pertimbangan pasar (market consideration)
Keadaan pasar merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih saluran distribusi produk yang akan dipasarkan.keadaan pasar meliputi jumlah pelanggan,pola pembelian pelanggan,kebiasaan berbelanja,dan reaksi pelanggan terhadap berbagai metode penjualan.

2.pertimbangan barang (product consideration)
Karakteristik produk mempengarui pemilihan saluran disatribusi di lihat dari tingkat standaritas,tuntutan layanan,dan harga per unit.selain itu,beberapa faktor ang harus dipertimbangkan dari segi barang,antara lain sebagai berikut.
   a.nilai unit
jika nilai unit dari barang yang di jual relatife rendah,maka produsen cenderung untuk menggunakan saluran distribusi yang panjang.tetapi sebaliknya,jika nilai unitnya relatife tinggi,maka saluran distribusinya pendek atau langsung.
    b.besar dan berat barang
pengusaha harus mempertimbangkan biaya angkut dalam hubungnya dengan nilai barang secara keseluruhan,di mana besar dan berat barang sangat menentukan.jika biaya angkut terlalu besar dibandingkan dengan nilai barangnya,sehingga terdapat beban yang berat bagi perusahaan,maka sebagaian beban tersebut dapat dialihkan kepada perantara.jadi,perantara dapat menaggung sebagaian dari ongkos angkut.
    c.mudah rusaknya barang
jika barang yang di jual mudah rusak,maka produsen tidak perlu menggunakan perantara.jika ingin menggunakan perantara,maka harus di pilih perantara yang memlikii fasilitas penyimpang yang cukup baik.
   d.sifa teknis
beberapa jenis produk,seperti pada produk jasa,biasanya di salurkan secara langsung kepada konsumenya.produsen/penjualan harus dapat memberikan pelayanan,baik sebelum,maupun sesudah penjualan. Pekerjaan ini jarang sekali bahkan tidak pernah di lakukan oleh pedagang besar/grosir.
   e.barang jadi dan pesanan
jika barang yang di jula berupa barang jadi,maka simpan sejumlah  
    f. luasnya lini produk
jika produsen hanya membuat satu macam barang saja , maka lebih baik menggunakan pedagang besar sebagai distributor.

3. pertimbangan perusahaan ( company consideration)
Dari segi perusahaan , faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut.
a.       Sumber pembelanjaan
Penggunaan saluran distribusi langsung biasanya memerlukan jumlah dana yang lebih besar. Oleh karena itu, saluran distribusi pendek kebanyakan hanya dilalukan oleh perusahaan yang memiliki kondisi keuangan cukup kuat. Perusahan yang kurang kuat kondisi keuangannya akan cenderung menggunakan saluran distribusi yang lebih panjang.

b.      Pengalaman dan kemampuan manajemen
Biasanya produsen yang menjual barang baru, ataupun ingin memulai usaha baru , lebih suka menggunakan perantara . Hal ini disebabkan karena umumnya perantara sudah mempuyai pengalaman , sehingga prosedun dapat menggambil pelajaran dari mereka.

c.       Pengawasan pengalaman
Faktor pengawasan saluran kadang-kadang menjadi pusat perhatian produsen dalam kebijakan saluran distribusinya . Pengawasan akan lebih mudah dilakukan jika saluran  distribusinya pendek , walaupun biaya yang harus dikeluarkan lebih tinggi.

d.      Pelayanan  yang diberikan oleh penjual
Jika produsen ingin memberikan pelayanan yang lebih baik, seperti membangun ruang pamer (showroom), mencarikan pembeli untuk perantara , maka akan banyak perantara yang bersedia menjadi distributornya.

4. pertimbangan perantara(middle consideration)
Dari karakteristik perantara , faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi dapat dilihat dari beberapa faktor , antara lain sebagai berikut.
a.       Pelayanan yang diberikan oleh perantara
Jika perantara ingin memberikan pelayanan yang baik , seperti menyediakan fasilitas penyimpanan, maka produsen akan bersedia menggunakannya sebagai distributor.
b.      Kegunaan perantara
Perantara akan digunakan sebagai distributor apabila ia dapat membawa produk produsen dalam persaingan,dan selalu mempunyai inisiatif untuk memberikan usul mengenai produk baru.
c.       Sikap perantara terhadap kebijakan produsen
Jika perantara  bersedia menerima risiko yang dibebankan oleh produsen,misalnya resiko turun harga,maka produsen akan memilihnya sebagi distributor.hal ini dapat meringankan tanggung jawab produsen dalam menghadapi berbagai macam resiko.
d.      Volume pejual
Dalam hal ini produsen cenderung memilih perantara yang dapat menjual barangnya dalam volume yang besar untuk jangka waktu yang cukup lama.
e.       Biaya
Jika biaya yang diperlukan dalam penyaluran barang dapat lebih ringan dengan menggunakan perantara,maka hal ini akan dilakukan

C.     Jenis-jenis perantara
Setelah menentukan saluran distribusi yang akan dipakai,produsen perlu menentukan jumlah perantara yang ditempatkan.adapun jenis perantara adalah sebagai berikut.
1.      Pedagang besar/distributor/agen tunggal
Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung.pedagang besar biasanya diberikan hak wewenang wilayah/daera tertentu dari produsen.contoh dari agen tunggal adalah seperti ATPM atau singkatan dari Agen Tunggal Pemegang Merek untuk produk mobil.
2.      Pedagang menengah /agen/grosir
Agen adalah pedagang yang membeli atau mendapat barang dagangannya dari distributor atau agen tunggal,yamng biasanya akan diberi daera kekuasaan penjualan/pedagang tertentu yang lebih kecil dari daera keuasaan distributor.Contohnya seperti pedagang grosi  beras di pasar induk kramat jati.
3.      Pedagang eceran/ritel (pengecer/peritel)
Peritel adalah pedagang yang menjual barang yang dijualnya langsung ke tangan pemakai akhir atau konsumen dengan jumlah satuan atau eceran/ritel.contoh pedagang ritel adalah alfamart dan indomart.
4.      Impotir/pengipor
Impotir adalah perusahaan yang berfungsi menyalurkan barang dari luar negri ke negara asalnya.Contoh impor jeruk lukam dari cina ke Indonesia.
5.      Eksportir/pengekspor
Eksportir adalah perusahaan yang berfungsi menyalurkan barang dari suatu Negara ke Negara lain.contoh ekspor produk kerajinan ukiran dan pasir laut ke luar negeri.


D.     Strategi Distribusi Eceran/Ritel
Untuk mendapat keuntungan yang lebih besar,produsen membutuhkan strategi distribusi yang tepat untuk menyalurkan baramng atau jasa dagangannya ke tangan konsumen.Ada tiga strategi dalam distribusi ,yaitu sebagai berikut.
1.      Strategi distribusi intensif
Distribusi intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk daganganya pada banyak peritel serta distributor di berbagai tempat.teknik ini cicik digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok seharai-hari yang memiliki permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi.contoh seperti siskat gigi,deterjen,Koran,majalah,dan air mineral.

2.      Strategi distribusi selektif
Strategi selektif adalah strategi distribusi yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daera pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau peritel saja pada suatu daera.contoh barang yang didistribusikan menggunakan saluran distreibusi selektif adalah produk elektronik dan produk kendaraan bermotor.

3.      Strategi distribusi  eksklusif
Distribusi eksklusif adalah strategi distribusi dengan memberikan hak distribusi suatu produk pada satu atau dua distributor atau peritel saja pada suatu area tertentu. Barang atau jasa yang ditawarkan pada jenis distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh barang yang didistribusikan dengan menggunakan saluran  distribusi eksklusif adalah mobil mewah dan pakaian wanita dengan merek tertentu.


Tidak ada komentar: